Selasa, 27 Oktober 2015

contoh pidato singkat bahasa Inggris tentang pendidikan



Good morning good work in today, thank God for the blessings and gifts of love we can present continue to be given the strength to keep working and be an extension of hands of God in the world. lea introduce my name. I come from ende. I was a student from campus uniflor half 7. I will talk specifically related to education especially non-formal education.
Education is a very important and fundamental for everyone and for the development of the nation. talk education is something that is very boring. many things changed from all sides of the quantity and quality of Indonesian education today. I am personally very enthusiastic about the development of education in Indonesia. as citizens who want children nation can compete in the global era and modernization.
Brothers fellow countrymen trying to do you guys think, what you thought of education that now is considered by the government and all elements of only one of the two implementation of education. education carried out in schools or other educational institutions, more prominence to formal education and non-formal education less attention.
As we already know that formal education is performed in educational institutions on a regular basis and have the system and the structure of which is regulated by the government. Formal Pendididikan for example schools based on pollen levels kindergarten to university.
While the non-formal education is an education that is carried out by specific individuals or institutions to develop education that is commonly used for individuals in need.
Non-formal education in Indonesia is less dperhatikan seriously by all elements. The importance of non-formal education for education meunjang from the other side that is not touched by people who should receive proper education and potential they will be developed.
My hope is each of us not to feel non-formal education is less important but there are many things that we develop fully biased with this education and government are expected to bias attention to institutions of non-formal education. we expect together to achieve national education goals that can compete with other countries.
My final word and all the great expectations ita blessed by god almighty. Thank you for your attention.

Minggu, 14 Juni 2015

OPINI tentang peran pemuda



“SEJAUH MANAKAH PERJALANAN KITA?”
(Peran Pemuda Untuk Bangsa Dan Tanah Air)


Pemuda adalah aset tolak ukur yang paling menentukan kondisi zaman tersebut dimasa depan. Dalam skala yang lebih kecil, pemuda adalah aset bangsa yang akan menentukan mati atau hidup, maju atau mundur, jaya atau hancur, sejahtera atau sengsaranya suatu bangsa. 
Pemuda memiliki peran yang sangat signifikan dalam sejarah Indonesia. Dimulai dari sejarah perjuangan kemerdekaan hingga sampai pada fase mengisi kemerdekaan dan mengawal keutuhan bangsa. Pemuda juga selalu siap untuk maju kedepan jika ternyata pemegang amanat rakyat tidak menjalankan amanatnya dengan baik. Orde lama ditumbangkan oleh kekuatan pemuda/mahasiswa dan orde baru pun juga ditumbangkan oleh kekuatan pemuda/mahasiswa sehingga melahirkan reformasi.
Belajar dari masa lalu, sejarah telah membuktikan bahwa perjalanan bangsa ini tidak lepas dari peran kaum muda yang menjadi bagian kekuatan perubahan. Hal ini membuktikan bahwa pemuda memiliki kekuatan yang luar biasa. Tokoh-tokoh sumpah pemuda 1928 telah memberikan semangat nasionalisme bahasa, bangsa dan tanah air yang satu yaitu Indonesia.
 Peristiwa sumpah pemuda memberikan inspirasi tanpa batas terhadap gerakan-gerakan perjuangan kemerdekaan di Indonesia. Semangat sumpah pemuda telah menggetarkan relung-relung kesadaran generasi muda untuk bangkit, berjuang dan berperang melawan penjajah Belanda.
Tinggal menghitung minggu, rakyat Indonesia merayakan hari kemerdekaan yang ke 70. Jika kita analogikan usia negara Indonesia dengan manusia, usia bangsa ini sudah dikatakan tidaklah muda, digerogoti banyak penyakit yang mematikan, kulit yang sudah berkeriput dan diambang kematian. Apakah negara tercinta kita ini seperti manusia yang semakin hari makin lemah dan tak berdaya bisa saja sampai pada kematian?
Kalimat pembuka diatas menyatakan bahwa pemuda merupakan aset bangsa untuk masa yang akan datang, dan sudah biasa disebut agent of change. Peran pemuda untuk bangsa sangat diharapkan. Perubahan besar ada ditangan pemuda. Pemuda pengubah nasib bangsa.
Sebagai generasi pembawa perubahan, pemuda dibutuhkan gebrakan baru. Generasi muda sekarang nilai perjuangan, rasa patriotisme mulai luntur perlahan, kebudayaan yang luntur dengan gaya hidup modern, kurang peka terhadap maslah sosial, jangan tertidur dengan sifat konsumtif, hedonisme dan sifat instan. Kelompok pemuda yang bergerak dalam dunia pemerhati dan perjuangan untuk kaum tertindas, hanya berdiam diri, berjuang tak sepenuhnya, berbicara mengatas namakan kepentingan orang banyak tetapi untuk kepentingan pribadi.
Namun apakah peran pemuda saat ini hanya sampai batas dalam tataran aksi terutama untuk kasus-kasus yang terjadi? Memang pemuda saat ini banyak terjebak dalam tindakan responsif bersifat aksi ketika terdapat pelanggaran oleh aparatur negara. Bahkan kondisi yang sangat menyedihkan adalah pemuda saat ini terjebak dalam pragmatisme sehingga mampu dijadikan alat kekuasaan sehingga menghilangkan kekritisannya terhadap kasus-kasus yang terjadi yang terjadi di Negara Indonesia tercinta ini.
Jika telah terdapat komitmen untuk berperan dalam dunia sosial untuk kepentingan masyarakat, maka berjejaringlah dengan sesama pemuda yang juga berkomitmen dalam pemberantasan hal-hal yang dapat merugikan masyrakat dan negara. Bangsa indonesia butuh orang-orang yang membawa perubahan yang berdampak postif dan dapat menciptakan sejarah. Pembaharuan yang datang bukan dari kelompok kekuasaan tetapi kelompok minoritas atau kelompok kecil. Jadikanlah dirimu termasuk dalam kelompok kecil itu yang bisa membawa perubahan, gerakan yang baru untuk membangun indonesia tercinta ini.**

Selasa, 02 Juni 2015

TANTANGAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA



TANTANGAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA


Pembanguan adalah proses dinamis yang berkelanjutan dari masyarakat untuk menujukan keinginan dan harapan hidup yang lebih sejatera dengan strategi mandiri dengan strategi menghindari kemungkinan tersudutnya masyarakat sebagai penangung akses dari pembangunan regional atau daerah dan nasional.
Keberadaan masyarakat yang majemuk senantiasa membawa pengaruh yang besar bagi pembangunan diberbagai aspek baik yang berdampak positif maupun negatif. Realitas membuktikan bahwa pembangunan yang dirasakan oleh masyarakat belum mencapai tingkat kepuasan.Sementara masyarakat sangat merindukan perubahan sosial yang sumbernya adalah pembangunan.
Hidup  di zaman yang serba instan ini, masyarakat terpolarisasi dengan gaya hidup moderen atau hedonisme sementara keadaan wilayah dan masyarakat setempat yang belum di benahi secara baik dan berpikir dan bertindak .
Situasi masyarakat yang memang harus di benahi secara sempurna, baik di bidang pendidikan ekonomi, kebudayaan dan sosial belum dijawab oleh pemerintah yang memang mempunyai kewenangan yang tinggi terhadap keadaan masyarakat. Ini  semua merujuk pada pembangunan, pembangunan yang di datangkan oleh pemerintahan dalam bentuk program, sering kali dalam masyarakat salah mengartikan konsep pembangunan itu. Kendati pembangunan yang dijalankan pemerintahan yang labelnya adalah’’Pemberdayaan’’di mana yang di utamakan adalah partisipasi, malah tidak mencapai target sehingga proses pembangunan boleh dikatakan terhambat.
Pada  dasarnya konsep pemberdayaan adalah masyarakat sebagai subjek dan objek sehingga tingkat kepuasan dari hasil pembangunan bisa di rasakan oleh masyarakat, namun  yang terjadi selama ini di masyarakat adalah ‘’Asumsi yang keliru’’ dimana masyarakat mengartikan pembangunanan itu adalah proyek. ketika kata proyek yang timbul di benak masyarakat, maka yang terjadi adalah ketika terlibat dalam proses pembangunan, upah adalah hal yang paling di tuntut dan ini merupakan hal yang fatal.
Fenomena di atas harus di cermati dengan baik, karena masyarakat sudah di cermati dengan asas globalisasi yang bersumber dari transformasi budaya dan perkembangan teknologi sehingga timbul gaya hidup instan, konsumtif, hedonisme pada masyarakat yang akhirnya perubahan sosial yang di harapkan, dan tujuan dalam kehidupan bermasyrakat tidak akan terjawab.
Umumnya orang beranggapan bahwa pembangunan adalah kata benda netral maksudnya adalah satu kata yang digunakan untuk menjelaskan proses dan usaha untuk meningkatkan kehidupan bermasyrakat diberbagai aspek. Dengan demikian pembangunan disejajarkan dengan perubahan sosial.
Dengan pengertian semacam ini maka teori pembangunan berarti teori sosial, ekonomi yang sangat umum. Pandagan ini menjadi pandangan yang hampir setiap masyarakat diberbagai belahan dunia. Sementara itu, dilain sisi terdapat suatu pandangan lebih minoritas yang berangkat dari asumsi bahwa kata oembanguan adalah suatu pendirian atau pemahaman bahwa satu ideologi tentang suatu perubahan sosial.
Pengertian  kedua, pembangunan tidak diartikan dengan kata benda,m tetapi merupakan suatu aliran dari teori perubahan. Karena itu, banyak orang memakani pemangunan sosial sebagai pembangunan yang pembanguannisme (developmentalisme) yang merujuk poada sesuatu mentalitas dari stekholder atau sekelompok masyrakat.
Salah  satu  teori perubahan sosial adalah pembangunan sosial. Hubungan tiimbal balik dimana pembanguan dikatakan perubahan sosial adalah fenomena yang luar biasa karena gagasan dan teori begitu mendominasi dan mempengaruhi pikiran manusia secara global.
Dewasa ini kita melihat suatu krisis pembanguan ke arah globalisasi di asia timur. Pola masyarakat di asia timur, mempunyai karakteristik pekerja keras. Dimana kita dapat kaitkan era globalisasi yang dihadapi oleh negara-negara yang berada dibelahan bumi lainnya.
Secara mental, pola hidup masyarakat didunia ketiga (jepang, korea selatan, korea utara) sudah menjadi suatu hal yang membudaya bagi kehidupan mereka diperkuatkan lagi dengan bisnis dan juga banyak kapitalisme maka pembangunan semakin nampak dari zaman ke zaman. 
Di sektor ekonomi,  ketiga negara di asia timur ini sudah dikenal kuat dengan negara yang berbasiskan  bisnis, pusat industri dan teknologi.
Di sektor pendidikan, dunia mengakui bahwa masyrakat dibagian asia timur secara garis besar memiliki pendidikan yang tinggi.
Oleh karena itu, teori ini melihat bahwa negara di bagian asia timur menjadi negara panutan dan juga dari berbagai segi pembanguan dan juga mineset atau cara berpikir yang mampu menfilterisasi pengaruh globaliasi yang berdampak posotif sehingga kehidupan masyarakat benar-benar sejarera.
Kita telah berada dalam rana globalisasi, dimana dunia seolah-olah tidak dibatasi oleh waktu dan budaya. Apa yang terjadi di dunia belahan lain secara cepat dapat diketahui oleh publik yang terkadang informasi yang diketahui dapat merugikan kehidupan sosial dan budaya. pembangunan memiliki kendala atau tantangan yang memang harus ditangani dengan cepat oleh pemerintahan dan stekholders berkaitan kencang dengan arus globaliasi sehingga perubahan soasial dapat terjawab dan nampak.
Oleh karena itu, berbagai kendala dan tantangan yang semestinya dicermati lalu direalisasikan sudah tertera dalam pembahasn yang kedua, namun bukan menjadi titik akhir untuk memperjuangkan kemajemukan masyarkat.
Perubahan sosial adalah kerinduan masyrakat yang mana kesejateraan adalah target yang harus dicapai, karena bangsa dan negara dikatakan maju karena mempunyai indikator yang bersifat pokok yaitu masyarakat sejatera.
Meningat tantangan zaman yang dihgadapi masyarakat pada umumnya ditambah dengan kecangnya arus globaliasi yang menerobos pertahanan budaya dan mencemari pola hidup masyrakat, maka penting kita melihat lebih jauh berakitan dengan keadaan masyarkat yang dihadapakan dengan hambatan atau kendala dalam proses pembangunan.
Belum cukup ketika kita peka dengan situasi sosial hanya sampai pada tahap melihat atau mengamati proses pembangunan, tetapi ada baiknya kita sebagai kaum intelektual berperan sebagai motorik untuk memobiliasi masyarakat dari keterpurukan pola hidup yang sudah terseret oleh arus globalisasi sehingga mineset masyarkat terhadap pembangunan dapat memahami sesunggunya tentang hakikat pembangunan itu sendiri.

Selasa, 31 Maret 2015

POTRET KETIDAKADILAN HUKUM DI INDONESIA



POTRET KETIDAKADILAN HUKUM DI INDONESIA
Oleh: Lea Malo
Kuliah di universitas flores
Menurut J.C.T Simorangkir, Hukum adalah peraturan yang bersifat memaksa dan menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat dan dibuat oleh lembaga berwenang.  Secara tidak langsung mengartikan bahwa hukum merupakan  alat yang dibuat untuk menata dan  menimbang yang mengatur kehidupan dalam masyarakat secara tegas. Eksitensi hukum bertujuan untuk mecapai keadilan dan kesejateraan bagi setiap orang yang berhak mendapatkannya.
Hukum mengandung banyak pengertian oleh para ahli yang dirumuskan bahwa hukum merupakan alat  untuk mengatur tindakan individu dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hukum memiliki sanksi  dan setiap pelanggaran merupakan perbuatan yang dilakukan melawan hukum akan dikenakan sanksi.
Indonesia merupakan negara hukum, negara yang sangat menjunjung tinggi hukum dalam perencanaan dan menjalankan impian negara yang dituangkan dalam UUD 1945.  Dua institusi negara yang berperan dalam penegakan hukum adalah kejaksaan dan kepolisian.
Di Indonesia sejauh mata melihat, telinga mendengar, hukum yang diagungkan sebagai dewa keadilan terlihat timpang. Kekuatan hukum yang ada, tidak mampu mensejaterakan masyarakat umum. Hukum sejatinya adalah benar, namun individu dalam  pelaksanaan dan penegakan yang bertanggung jawab dan diberikan kepercayaan untuk mengatur dan megurus tidak mampu membuat hukum itu sebagai dasar keadilan bagi yang mendapatkan haknya.
Banyak hal yang terjadi di negeri ini, menunjukan hukum tak lagi mampu menjadi alat untuk mensejaterakan kehidupan bersama (bonnum comunie). Masyarakat menjadi bimbang akan keberadaan hukum yang selama ini digunakan untuk menegakan keadilan dalam menata kehidupan sosial dan negara.
Kasus-kasus yang terjadi di Indonesia, salah satunya adalah kasus pencurian kayu jati yang dilakukan oleh seorang nenek yang usianya sekitar 65 tahun yang bernama Asyani. Yang diberitakan bahwa nenek tersebut  mencuri 7 batang kayu jati dari kawasan perhutani di Situbondo, Jawa Timur. Pengakuan dari nenek Asyani mengatakan bahwa kayu jati itu miliknya yang diambil dari kebun keluarganya dan sudah ditebang sekitar  5 tahun yang lalu dan  kasus pencurian ini langsung di proses di meja hijau.
Para pembesar dan pemegang kekuasaan dan orang-orang yang merugikan negara lebih besar, namun disembunyikan dari kemurkaan hukum. Kasus korupsi yang terjadi tidak diadili dengan hukum yang ada dan diberikan hukuman yang ringan bahkan ada yang tidak diadili. 
Banyak hal yang menjadi kenjanggalan, terlihat ketimpangan yang terjadi dari proses peradilan yang dilakukan oleh lembaga yang berwenang. Kasus nenek Asyani, merupakan salah satu kasus dari banyaknya kasus yang terjadi  di Indonesia ini yang menjadi salah satu kasus bahwa potret hukum yang buruk di Indonesia.
Institusi negara yang diharapkan menjadi salah satu jalan demi mendapatkan keadilan menjadi salah satu hal yang kaku dan lemah dalam pergerakan mencari keadilan bagi masyarakat. Dalam hal ini masyarkat kecil yang seharusnya,  negara yang menjadikan hukum untuk  melindungi mereka memberikan kenyamanan dalam bermasyarakat.
Kasus nenek Asyani menyadarkan kita akan  kewibawaan hukum di Indonesia yang tidak berpihak pada kebenaran untuk mendapatkan keadilan. Hukum memang memaksa siapapun yang melanggarnya.  Bukan hukum yang kita salahkan, tetapi orang-orang yang menjadi penegak hukum yang dinilai kurang mampu menilai dan menimbang sesusai dengan hati nurani lebih melihat siapa yang di diadili dan takut kepada pihak-pihak pemegang kekuasaan.
Negara yang besar ini punya mimpi besar salah satunya adalah mensejaterakan masyarakatnya. Mimpi bukan hanya mimpi dalam tidur, tetapi mimpi adalah harapan, cita-cita bangsa yang harus dicapai dan harus diperjuangkan oleh setiap darah dari ibu pertiwi. Mari kita jadikan bangsa besar ini, bangsa yang nyaman, bangsa yang selalu mejadikan hukum sebagai instrumen untuk mendapatkan keadilan agar setiap insan  saling memberikan senyuman dan tangisan yang mengharukan bukan tangisan ketidakadilan.


Senin, 05 Januari 2015

apa?

APA ??
Entah siapa yang membuat kata ini, cukup dengan melihatnya kita bisa mengerti maksud dari kata “apa“
Banyak yang berpikir bahwa kata di atas  adalah sebuah kata Tanya.
Dari kata Tanya itulah semua dapat mengetahui apa yang ada di sekitarnya.
Entah sadar atau tidak….
Kita semua bergerak dan diatur oleh kata tersebut.
Apa anda yakin?
Apa anda percaya?
Yakin dan percaya itu adalah milikmu
Tetapi……..
Saya pribadi, setiap kegiatan yang saya ambil dan saya lakukan semua berawal dari kata apa di atas…