Selasa, 27 Oktober 2015

Makalah alat peraga materi Trigonometri



MAKALAH
(Alat Peraga Matematika Menentukan Nilai Sudut Fungsi Trigonometri)






Oleh
1.                  LEA SUSANTY                                           2013230977
2.                  PETRUS SUPRINTO SARENG                2013230904
3.                  EUFRASIA LITI                                          2013231727
4.                  NURSIDA NURDIN                                    2013231819

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS FLORES
ENDE
2014





KATA PENGANTAR

Matematika adalah pelajaran yang sukar dipahami. Hal ini merupakan suatu hal yang harus diberantas dari pemikiran siswa atau peserta didik, maka dari itu penting sekali peran guru dalam mengajar dan kreatifitas guru dapat membuat siswa cinta akan matematika dan tidak merasa bahwa matematika itu abstrak, sebenarnya matematika selalu kita terapkan dalam kehidupan kita.
Kami dengan senang hati mengerjakan tugas ini, karena ini juga merupakan suatu langkah yang baik untuk membangun calon guru agar mampu menerapkan atau mengaplikasikanya ketika kita menjadi seorang guru.
Materi yang kami diskusikan adalah tentang Trigonometri. Banyak siswa tidak mengetahui dan tidak berminat dengan pelajaran matematika terkhususnya trigonomteri dalam menentukan nilai sudut. Banyak yang hanya mengahafal nilai sudut trigonometri tanpa mengerti bagaimana caranya untuk mengetahui dari mana hasilnya. Maka dengan senang hati kami membuat alat peraga untuk memudahkan siswa dalam menentukan nilai trigonometri.
Kami ucapkan terima kasih yang paling utama adalah Tuhan yang maha kuasa, maha baik, karena atas berkat, karunianya dan perlindungannya, kami dapat menyelesaikan makalah tersebut dengan baik dan tepat waktu. Ucapan terima kasih juga kepada sumber-sumber buku yang menjadikan kami lebih mendalami materi ini dan mengaplikasikanya dalam bentuk alat peraga yang kami beri nama dengan Papan NISTRIGO.
Makalah ini jauh dari sempurna, maka kami membutuhkan masukan dan juga kritikan agar makalah ini lebih baik dan jauh lebih sempurna.Dengan melihat segalanya, maka kami memberikan judul makalah tersebut adalah LAB BENGKEL (Alat Peraga Matematika Menentukan Nilai Sudut Fungsi Trigonometri).


Ende, Oktober 2014


 Penyusun

DAFTAR ISI


COVER ..............................................................................................................................  i
KATA PENGANTAR .....................................................................................................  ii
DAFTAR ISI .....................................................................................................................  iii

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang ..............................................................................................................  1
1.2  Rumusan Masalah .........................................................................................................  1
1.3  Tujuan ............................................................................................................................  1
BAB 2 ALAT PERAGA
2.1 Alat Dan Bahan .............................................................................................................  2
2.2 Cara Pembuatan ............................................................................................................  2
BAB 3 PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Alat Peraga Matematika ..............................................................................  3
3.2 Penerapan Alat Peraga Terkait Dengan Materi .............................................................  3
3.2 Contoh Soal ...................................................................................................................  3
BAB 4 PENUTUP
4.1 Kesimpulan ....................................................................................................................  4
4.2 Saran .............................................................................................................................. 4
DAFTAR PUSTAKA

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak pada semua lini kehidupan. Dunia pendidikan merupakan tolak ukur dari kemajuan dan peningkatan sumber daya manusia. Oleh karena itu, pendidikan terus ditingkatkan dengan kreatifitas agar menghasilkan individu yang mampu bernalar dan berintelektual.
Matematika merupakan salah satu komponen dari serangkaian mata pelajaran yang mempunyai peranan penting dalam pendidikan. Matematika mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, namun sampai saat ini masih banyak siswa atau peserta didik yang merasa matematika sebagai pelajaran yang sulit, tidak menyenangkan, bahkan momok yang menakutkan. Hal ini dikarenakan pemikiran bahwa matematika itu tidak nyata atau abstrak.
Dalam makalah tersebut alat peraga yang digunakan adalah papan NISTRIGO. Hal ini melihat masih banyak siswa yang belum mengerti dengan trigonometri tentang menentukan sudut istimewa.
Oleh karena itu, dengan bergelut dan ingin menjadi seorang guru yang sukses dalam mengajar dan mendidik, maka tugas yang diberikan kepada kami dalam mata kuliah Lab Bengkel, sangat penting dalam perkembangan kreatifitas kami sebagai calon guru, sehingga menghasilkan suatu yang berguna bagi ilmu pengetahuan dan teknologi dan sumber daya manusia kedepannya. Oleh karena itu, kami mengambil judul dalam makalah tersebut yaitu Alat Peraga Matematika Dalam Menentukan Nilai Sudut Trigonometri.
1.2        Rumusan Masalah
a.       Apa itu alat peraga matematika?
b.      Apa peran alat peraga matematika dalam penyampaian materi?
1.3     Tujuan
a.       Menjadikan calon guru agar lebih siap dalam penerapan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga.
b.      Mengubah pemikiran yang lama, bahwa matematika adalah ilmu yang abstrak.
c.       Membuat siswa dapat mengerti dan lebih mendalami materi.
d.      Mewujudkan situasi yang belajar mengajar yang efektif

BAB 2
ALAT PERAGA

2.1      Alat Dan Bahan
Dalam pembuatan papan NISTRIGO, alat-alat yang digunakan adalah sebagai berikut:
a.       Triplek
b.      2 lembar karton
c.       Busur derajat
d.      4 lembar milimiterblock
e.       Tali
f.       Satu buah Paku payung
g.      Penjepit buku
h.      Double tipe
i.        Lem
j.        Spidol berwarna kecil

2.2        Cara Pembuatan
Dalam pembuatan alat peraga matematika yaitu papan NISTRIGO, langkah-langkah sebagai berikut:
a.       Ambil 4 buah lembar kertas milimiterblock tempelkan pada kertas karton dengan menggunakan lem dan dirapikan dengan gambar koordinat cartesius.
b.      Busur derajar kita rekatkan diatas karton ditengah-tengah karton melihat titik sudut  berada tegak lurus di titik pusat 0.
c.       Tali atau benang rekatkan tepat pada titik pusat 0 dengan menggunakan paku payung.  
d.      Rekatkan pada triplek yang sudah dibentuk sesuai ukuran karton.
Alat peraga siap digunakan.



BAB III
PEMBAHASAN

3.1     Pengertian Alat Peraga Matematika
Alat peraga matematika adalah alat-alat atau benda yag dikerjakan sedemikian rupa dibentuk untuk memudahkan penerapan pembelajaran matematika.
3.2     Penerapan Alat Peraga Dengan Materi
a.    Siapkan sebuah tabel nilai sudut-sudut istimewa dalam perbandingan trigometri.
b.   Tarik sudut istimewa yang ingin kita cari dan akan kita buktikan.
c.    Tandai sebuah titik yang terletak pada benang tadi dengan penjepit buku.
d.   Hitung nilai satuan dari X dan Y.
e.    Andaikan tali tersebut adalah r. (Teorema phythagoras r = )
f.    Hitung nilai sudut istimewa yang ingin dibuktikan dengan rumus perbandingan
3.3     Contoh soal
a. Misalkan kita ambil sudut istimewa
b.Pilih salah satu titik pada tali
c. Misalkan kita ambil nilai x = -3 dan y = -5
d.                         Cari r;  r =
         =
         =
         =
         = 5, 830
Jadi, nilai r adalah 5,830
e. Sin  =  =  = -0,857 ≈ -
Cos  =  =  = -0,514 ≈ -
Tan  =  =  = 1,667 ≈

BAB IV
PENUTUP


4.1   Kesimpulan
Alat peraga mempunyai peranan penting di dalam proses belajar mengajar. Peran untuk mengembangkan kreatifitas guru, dan juga peran guru yang semakin baik dan jauh dari proses lama yaitu ceramah, dan ini juga membuat siswa semakin aktif dan mengubah nalar dan menyukai matematika yang bukan abstak tetapi nyata yang bisa dilihat secara kasat mata.
4.2   Saran
Hal-hal yang harus diperhatikan oleh guru ataupun siswa bahwa sebuah peranan penting dalam mengembangkan kreatifitas dalam dunia matematika adalah dalam diri sendiri yang mencintai matematika sehingga muncul kreatifitas dalam mengembangkannya.



DAFTAR PUSTAKA

Sundayana, Rostina. 2013. Media Pembelajaran Matematika (untuk guru, calon guru, orang tua, dan para pencinta matematika). Bandung: Alfabeta.

contoh pidato singkat bahasa Inggris tentang pendidikan



Good morning good work in today, thank God for the blessings and gifts of love we can present continue to be given the strength to keep working and be an extension of hands of God in the world. lea introduce my name. I come from ende. I was a student from campus uniflor half 7. I will talk specifically related to education especially non-formal education.
Education is a very important and fundamental for everyone and for the development of the nation. talk education is something that is very boring. many things changed from all sides of the quantity and quality of Indonesian education today. I am personally very enthusiastic about the development of education in Indonesia. as citizens who want children nation can compete in the global era and modernization.
Brothers fellow countrymen trying to do you guys think, what you thought of education that now is considered by the government and all elements of only one of the two implementation of education. education carried out in schools or other educational institutions, more prominence to formal education and non-formal education less attention.
As we already know that formal education is performed in educational institutions on a regular basis and have the system and the structure of which is regulated by the government. Formal Pendididikan for example schools based on pollen levels kindergarten to university.
While the non-formal education is an education that is carried out by specific individuals or institutions to develop education that is commonly used for individuals in need.
Non-formal education in Indonesia is less dperhatikan seriously by all elements. The importance of non-formal education for education meunjang from the other side that is not touched by people who should receive proper education and potential they will be developed.
My hope is each of us not to feel non-formal education is less important but there are many things that we develop fully biased with this education and government are expected to bias attention to institutions of non-formal education. we expect together to achieve national education goals that can compete with other countries.
My final word and all the great expectations ita blessed by god almighty. Thank you for your attention.

Minggu, 14 Juni 2015

OPINI tentang peran pemuda



“SEJAUH MANAKAH PERJALANAN KITA?”
(Peran Pemuda Untuk Bangsa Dan Tanah Air)


Pemuda adalah aset tolak ukur yang paling menentukan kondisi zaman tersebut dimasa depan. Dalam skala yang lebih kecil, pemuda adalah aset bangsa yang akan menentukan mati atau hidup, maju atau mundur, jaya atau hancur, sejahtera atau sengsaranya suatu bangsa. 
Pemuda memiliki peran yang sangat signifikan dalam sejarah Indonesia. Dimulai dari sejarah perjuangan kemerdekaan hingga sampai pada fase mengisi kemerdekaan dan mengawal keutuhan bangsa. Pemuda juga selalu siap untuk maju kedepan jika ternyata pemegang amanat rakyat tidak menjalankan amanatnya dengan baik. Orde lama ditumbangkan oleh kekuatan pemuda/mahasiswa dan orde baru pun juga ditumbangkan oleh kekuatan pemuda/mahasiswa sehingga melahirkan reformasi.
Belajar dari masa lalu, sejarah telah membuktikan bahwa perjalanan bangsa ini tidak lepas dari peran kaum muda yang menjadi bagian kekuatan perubahan. Hal ini membuktikan bahwa pemuda memiliki kekuatan yang luar biasa. Tokoh-tokoh sumpah pemuda 1928 telah memberikan semangat nasionalisme bahasa, bangsa dan tanah air yang satu yaitu Indonesia.
 Peristiwa sumpah pemuda memberikan inspirasi tanpa batas terhadap gerakan-gerakan perjuangan kemerdekaan di Indonesia. Semangat sumpah pemuda telah menggetarkan relung-relung kesadaran generasi muda untuk bangkit, berjuang dan berperang melawan penjajah Belanda.
Tinggal menghitung minggu, rakyat Indonesia merayakan hari kemerdekaan yang ke 70. Jika kita analogikan usia negara Indonesia dengan manusia, usia bangsa ini sudah dikatakan tidaklah muda, digerogoti banyak penyakit yang mematikan, kulit yang sudah berkeriput dan diambang kematian. Apakah negara tercinta kita ini seperti manusia yang semakin hari makin lemah dan tak berdaya bisa saja sampai pada kematian?
Kalimat pembuka diatas menyatakan bahwa pemuda merupakan aset bangsa untuk masa yang akan datang, dan sudah biasa disebut agent of change. Peran pemuda untuk bangsa sangat diharapkan. Perubahan besar ada ditangan pemuda. Pemuda pengubah nasib bangsa.
Sebagai generasi pembawa perubahan, pemuda dibutuhkan gebrakan baru. Generasi muda sekarang nilai perjuangan, rasa patriotisme mulai luntur perlahan, kebudayaan yang luntur dengan gaya hidup modern, kurang peka terhadap maslah sosial, jangan tertidur dengan sifat konsumtif, hedonisme dan sifat instan. Kelompok pemuda yang bergerak dalam dunia pemerhati dan perjuangan untuk kaum tertindas, hanya berdiam diri, berjuang tak sepenuhnya, berbicara mengatas namakan kepentingan orang banyak tetapi untuk kepentingan pribadi.
Namun apakah peran pemuda saat ini hanya sampai batas dalam tataran aksi terutama untuk kasus-kasus yang terjadi? Memang pemuda saat ini banyak terjebak dalam tindakan responsif bersifat aksi ketika terdapat pelanggaran oleh aparatur negara. Bahkan kondisi yang sangat menyedihkan adalah pemuda saat ini terjebak dalam pragmatisme sehingga mampu dijadikan alat kekuasaan sehingga menghilangkan kekritisannya terhadap kasus-kasus yang terjadi yang terjadi di Negara Indonesia tercinta ini.
Jika telah terdapat komitmen untuk berperan dalam dunia sosial untuk kepentingan masyarakat, maka berjejaringlah dengan sesama pemuda yang juga berkomitmen dalam pemberantasan hal-hal yang dapat merugikan masyrakat dan negara. Bangsa indonesia butuh orang-orang yang membawa perubahan yang berdampak postif dan dapat menciptakan sejarah. Pembaharuan yang datang bukan dari kelompok kekuasaan tetapi kelompok minoritas atau kelompok kecil. Jadikanlah dirimu termasuk dalam kelompok kecil itu yang bisa membawa perubahan, gerakan yang baru untuk membangun indonesia tercinta ini.**

Selasa, 02 Juni 2015

TANTANGAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA



TANTANGAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA


Pembanguan adalah proses dinamis yang berkelanjutan dari masyarakat untuk menujukan keinginan dan harapan hidup yang lebih sejatera dengan strategi mandiri dengan strategi menghindari kemungkinan tersudutnya masyarakat sebagai penangung akses dari pembangunan regional atau daerah dan nasional.
Keberadaan masyarakat yang majemuk senantiasa membawa pengaruh yang besar bagi pembangunan diberbagai aspek baik yang berdampak positif maupun negatif. Realitas membuktikan bahwa pembangunan yang dirasakan oleh masyarakat belum mencapai tingkat kepuasan.Sementara masyarakat sangat merindukan perubahan sosial yang sumbernya adalah pembangunan.
Hidup  di zaman yang serba instan ini, masyarakat terpolarisasi dengan gaya hidup moderen atau hedonisme sementara keadaan wilayah dan masyarakat setempat yang belum di benahi secara baik dan berpikir dan bertindak .
Situasi masyarakat yang memang harus di benahi secara sempurna, baik di bidang pendidikan ekonomi, kebudayaan dan sosial belum dijawab oleh pemerintah yang memang mempunyai kewenangan yang tinggi terhadap keadaan masyarakat. Ini  semua merujuk pada pembangunan, pembangunan yang di datangkan oleh pemerintahan dalam bentuk program, sering kali dalam masyarakat salah mengartikan konsep pembangunan itu. Kendati pembangunan yang dijalankan pemerintahan yang labelnya adalah’’Pemberdayaan’’di mana yang di utamakan adalah partisipasi, malah tidak mencapai target sehingga proses pembangunan boleh dikatakan terhambat.
Pada  dasarnya konsep pemberdayaan adalah masyarakat sebagai subjek dan objek sehingga tingkat kepuasan dari hasil pembangunan bisa di rasakan oleh masyarakat, namun  yang terjadi selama ini di masyarakat adalah ‘’Asumsi yang keliru’’ dimana masyarakat mengartikan pembangunanan itu adalah proyek. ketika kata proyek yang timbul di benak masyarakat, maka yang terjadi adalah ketika terlibat dalam proses pembangunan, upah adalah hal yang paling di tuntut dan ini merupakan hal yang fatal.
Fenomena di atas harus di cermati dengan baik, karena masyarakat sudah di cermati dengan asas globalisasi yang bersumber dari transformasi budaya dan perkembangan teknologi sehingga timbul gaya hidup instan, konsumtif, hedonisme pada masyarakat yang akhirnya perubahan sosial yang di harapkan, dan tujuan dalam kehidupan bermasyrakat tidak akan terjawab.
Umumnya orang beranggapan bahwa pembangunan adalah kata benda netral maksudnya adalah satu kata yang digunakan untuk menjelaskan proses dan usaha untuk meningkatkan kehidupan bermasyrakat diberbagai aspek. Dengan demikian pembangunan disejajarkan dengan perubahan sosial.
Dengan pengertian semacam ini maka teori pembangunan berarti teori sosial, ekonomi yang sangat umum. Pandagan ini menjadi pandangan yang hampir setiap masyarakat diberbagai belahan dunia. Sementara itu, dilain sisi terdapat suatu pandangan lebih minoritas yang berangkat dari asumsi bahwa kata oembanguan adalah suatu pendirian atau pemahaman bahwa satu ideologi tentang suatu perubahan sosial.
Pengertian  kedua, pembangunan tidak diartikan dengan kata benda,m tetapi merupakan suatu aliran dari teori perubahan. Karena itu, banyak orang memakani pemangunan sosial sebagai pembangunan yang pembanguannisme (developmentalisme) yang merujuk poada sesuatu mentalitas dari stekholder atau sekelompok masyrakat.
Salah  satu  teori perubahan sosial adalah pembangunan sosial. Hubungan tiimbal balik dimana pembanguan dikatakan perubahan sosial adalah fenomena yang luar biasa karena gagasan dan teori begitu mendominasi dan mempengaruhi pikiran manusia secara global.
Dewasa ini kita melihat suatu krisis pembanguan ke arah globalisasi di asia timur. Pola masyarakat di asia timur, mempunyai karakteristik pekerja keras. Dimana kita dapat kaitkan era globalisasi yang dihadapi oleh negara-negara yang berada dibelahan bumi lainnya.
Secara mental, pola hidup masyarakat didunia ketiga (jepang, korea selatan, korea utara) sudah menjadi suatu hal yang membudaya bagi kehidupan mereka diperkuatkan lagi dengan bisnis dan juga banyak kapitalisme maka pembangunan semakin nampak dari zaman ke zaman. 
Di sektor ekonomi,  ketiga negara di asia timur ini sudah dikenal kuat dengan negara yang berbasiskan  bisnis, pusat industri dan teknologi.
Di sektor pendidikan, dunia mengakui bahwa masyrakat dibagian asia timur secara garis besar memiliki pendidikan yang tinggi.
Oleh karena itu, teori ini melihat bahwa negara di bagian asia timur menjadi negara panutan dan juga dari berbagai segi pembanguan dan juga mineset atau cara berpikir yang mampu menfilterisasi pengaruh globaliasi yang berdampak posotif sehingga kehidupan masyarakat benar-benar sejarera.
Kita telah berada dalam rana globalisasi, dimana dunia seolah-olah tidak dibatasi oleh waktu dan budaya. Apa yang terjadi di dunia belahan lain secara cepat dapat diketahui oleh publik yang terkadang informasi yang diketahui dapat merugikan kehidupan sosial dan budaya. pembangunan memiliki kendala atau tantangan yang memang harus ditangani dengan cepat oleh pemerintahan dan stekholders berkaitan kencang dengan arus globaliasi sehingga perubahan soasial dapat terjawab dan nampak.
Oleh karena itu, berbagai kendala dan tantangan yang semestinya dicermati lalu direalisasikan sudah tertera dalam pembahasn yang kedua, namun bukan menjadi titik akhir untuk memperjuangkan kemajemukan masyarkat.
Perubahan sosial adalah kerinduan masyrakat yang mana kesejateraan adalah target yang harus dicapai, karena bangsa dan negara dikatakan maju karena mempunyai indikator yang bersifat pokok yaitu masyarakat sejatera.
Meningat tantangan zaman yang dihgadapi masyarakat pada umumnya ditambah dengan kecangnya arus globaliasi yang menerobos pertahanan budaya dan mencemari pola hidup masyrakat, maka penting kita melihat lebih jauh berakitan dengan keadaan masyarkat yang dihadapakan dengan hambatan atau kendala dalam proses pembangunan.
Belum cukup ketika kita peka dengan situasi sosial hanya sampai pada tahap melihat atau mengamati proses pembangunan, tetapi ada baiknya kita sebagai kaum intelektual berperan sebagai motorik untuk memobiliasi masyarakat dari keterpurukan pola hidup yang sudah terseret oleh arus globalisasi sehingga mineset masyarkat terhadap pembangunan dapat memahami sesunggunya tentang hakikat pembangunan itu sendiri.